Cara Budidaya Jamur Tiram - Kali ini kita akan mencoba membahas tentang cara
budidaya jamur tiram. Tetapi sebelum jauh membahas tentang cara budidaya jamur tiram, maka terlebih dahulu akan kita bahas dulu tentang apa itu sebenarnya jamur yang memiliki nama latin Pleurotus ostreatus ini.

Jamur
tiram atau Pleurotus ostreatus merupakan jamur yang dapat dikonsumsi
dan memiliki ciri-ciri umum, yaitu tubuh buah yang berwarna putih hingga
krem, serta memiliki tudung yang berbentuk lingkaran mirip dengan
cangkang tiram.
Umumnya jamur tiram mengalami dua tipe
perkembangbiakan dalam siklus hidupnya, yaitu secara aseksual dan juga
secara seksual. Secara umum reproduksi aseksual terjadi melalui jalur
spora yang terbentuk secara endogan pada kantung spora atau
sporangiumnya. Sedangkan secara seksual, reproduksi jamur tiram terjadi
melalui penyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet jantan dan
betina dan kemudian membentuk zigot yang akan tumbuh menjadi primodia
dewasa.
Cara Budidaya Jamur TiramSetelah mengenal sekilas tentang apa itu jamur tiram sepreti yang sudah dibahas diatas, maka saatnya kita akan membahas tentang
cara budidaya jamur tiram.
Seperti yang secara umum sudah diketahui bahwa budidaya jamur tiram
memiliki bebera keunggulan dan kemudahan dalam proses budidayanya,
sehingga budidaya jamur tiram ini sendiri dapat dikelola secara usaha
sampingan maupun usaha ekonomis dengan skala kecil, sedang dan besar.
Dalam
budidaya jamur tiram akan ditemukan beberapa bagian penting yang akan
dilalui, yaitu mulai dari persiapan budidaya, peralatan yang digunakan
dalam membudidayakan jamur tiram, proses dan teknik budidaya, serta
sampai pada proses pemanenan.
Untuk mengetahui step-step budidaya
jamur tiram tersebut, maka berikut akan disajikan secara lengkap kepada
Anda, dan akan dimulai dari proses persiapan budidaya jamur tiram.
1. Persiapan Budidaya Jamur TiramDalam
persiapan budidaya jamur tiram ini yang perlu dipersiapkan adalah
bangunan atau ruangan untuk tempat mengembangbiakkan atau membudidayakan
jamur tiram. Dalam hal ini bangunan atau ruangan rumah juga bisa
digunakan sebagai tempat budidaya jamur tiram, namun yang paling penting
yang harus diketahui terkait ruangan pembudidayaan jamur tiram ini
terdiri dari:
A. Ruangan PersiapanRuangan ini
digunakan untuk melakukan berbagai kegiataan awal budidaya jamur tiram,
seperti kegiatan pengayakan, pencampuran pewadahan, dan juga
sterilisasi.
B. Ruang InokulasiRuangan inokulasi
duganakan untuk tempat menanam bibit pada media tanam, ruangan ini harus
mudah dibersihkan, serta ruangan juga harus tidak banyak memiliki
ventilasi yang dimaksudkan untuk menghindari kontaminasi dari mikroba.
C. Ruang InkubasiRuangan
ini berfungsi untuk menumbuhkan meselium jamur pada media tanam yang
sudah di inokulasi. Kondisi ruangan ini harus diatur dengan suhu antara
22-29 drajat celcius dan dengan kelembaban 60-80 persen. Ruangan ini
juga harus dilengkapi dengan rak-rak yang terbuat dari bambu untuk
menempatkan media tanam dalam kantong plastik yang sudah di inokulasi.
D. Ruang PenanamanRuangan
ini digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini
dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot atau
pengabutan. Pengabutan bertujuan untuk menyiram dan mengatur suhu udara
pada kondisi optimal yaitu 16-22 derajat celcius dengan kelembaban 80-90
persen.
2. Peralatan dan Bahan Budidaya Jamur TiramDalam
pembudidayaan jamur tiram, maka peralatan-peralatan yang harus
dipersiapakan terdiri dari mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler,
gerobak dorong, sendok bibit, dan centong. Sementara bahan-bahan yang
perlu dipersiapkan adalah serbuk kayu, bekatul atau dedak, kapur CaCO3),
gips (CaSO4), tepung jagung (biji-bijan), glukosa, kantong plastik,
karet, kapas, dan cincin plastik.
3. Proses Budidaya Jamur TiramDalam proses budidaya jamur tiram ini, maka beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut:
A. Persiapan BahanBahan yang harus dipersiapakan diantaranya adalah serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.
B. PengayakanSerbuk
kayu yang sudah diperoleh sebaiknya dilakukan pengayakan. Hal ini
dimaksudkan agar tingkat keseragaman serbuk terjaga dengan baik agar
tingkat pertumbuhan misela akan merata. Media pengayak serbuk kayu dapat
dibuat sama dengan ukuran mengayak pasir. Dalam proses pengayakan perlu
menggunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu
dan pasir.
C. PencampuranBahan-bahan yang telah
ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji dan
selanjutnya disiram dengan air sekitar 50-60 persen atau bila kita kepal
serbuk tersebut sudah menggumpal, tetapi tidak keluar air. Hal ini
menandakan bahwa kadar air sudah cukup.
D. PengompresanPengompresan
adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun
campuran serbuk kayu gergaji dan kemudian menutupnya dengan plastik.
E. Pembungkusan (pembuatan baglog)Pembungkusan
dapat dilakukan dengan menggunakan plastik polipropilen dengan ukuran
yang dibutuhkan. Cara membungkus, yaitu dengan memaskukkan media kedalam
plastik dan kemudian dipukul atau ditumbuk sampai padat dengan botol
atau menggunakan filler dan kemudian dismpan.
F. SterilisasiSterilisasi
dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan
menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat
mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada
suhu 90 – 100 derajat celcius selama 12 jam.
G. Inokulasi (Pemberian Bibit)Inokulasi
adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah
disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi,
kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan
sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat
dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik
yaitu:
- Varitas unggul
- Umur bibit optimal 45 – 60 hari
- Warna bibit merata
- Tidak terkontaminasi
H. Inkubasi (masa pertumbuhan miselium) Jamur TiramInkubasi
Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan
kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih
merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari.
4. Panen Jamur TiramPanen
dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal,
pemanenan ini biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur.
Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan
kesegarannya dan mempermudah pemasaran.
Demikian sedikit penjelasan tentang jamur tiram, semoga dapat bermanfaat....
(sumber : karodalnet.blogspot.com)